Jumat, 18 Juli 2008

Pembentukan Planet


Berdasarkan teori saat ini, panas yang berasal dari gaya tarik gravitasi dari protosun memanaskan bagian dalam dari awan nebular. Kemudian, ketika mengembang sistem tata surya diperkirakan berbentuk seperti cakram, keadaan berubah dan cakram mendingin. Pada saat mendingin, gas menjadi padat seperti hujan yang jatuh atau bintang-bintang salju ketika udara lembab mendingin dalam bagian atas atmosfir di bumi. Pembentukan dari partikel-partikel kecil dari pemadatan benda-benda sebagai langkah awal dari evolusi planet. Sebagai butiran-butiran kecil dari abu yang berputar di sekitar matahari yang mengembang, butiran ini saling mendekap satu sama lain seperti bintang-bintang salju saling bersatu ketika jatuh selama badai salju. Pada saat kejadian ini, butiran-butiran menjadi gugusan bersama ke dalam suatu rumpun yang halus dengan diameter kira-kira mencapai satu milimeter. Satu kali terbentuk, gugusan yang halus ini saling bertumbukan satu sama lain dan saling bersatu, perlahan-lahan membentuk lapisan-lapisan yang berbatu. Ketika lapisan ini bertambah besar, dia mulai menggunakan kekuatan gravitasi yang besar untuk menarik butiran, rumpun-rumpun dan bahan-bahan lainnya. Pertumbuhan ini berlanjut sampai sejumlah planet yang kecil yang disebut planetesimal terbentuk. Planetesimal memiliki panjang ratusan kilometer. Berdasarkan perkiraan, kesemua proses, dari asal dari awan yang pertama sampai terbentuk planetesimal, berlangsung lebih dari satu periode kira-kira selama 400 juta tahun. Kemudian, dalam waktu yang relatif singkat, kira-kira 10.000 tahun, planetesimal bertumbukan satu sama lain membentuk planet.

Tidak ada komentar: